Jumat, 08 November 2013
Rabu, 06 November 2013
Dua Boccoe most best.
Dua Boccoe adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Ibu kota kecamatan adalah Uloe. Terletak di Bone Bagian utara.
Kecamatan ini memiliki potensi wisata yang cukup dikenal di Bone dan
sekitarnya, antara lain Goa Mampu dengan stalaktit dan stalaknit yang
indah, pemandian alam Sailong dan Panyili. Desa Uloe juga dilalui sebuah
sungai besar yang dilayari perahu phinisi yang mengangkut kayu Sungai
Walannae berhulu di Danau Tempe Wajo dan bermuara di Pallime, sebuah
kota pelabuhan yang terkenal pada zaman dahulu sebagai pintu gerbang
perantau-perantau bugis bone dan wajo. selain sungai walannae juga ada
sungai Unnyi yang berhulu dari sumber mata air di Cabbeng, tempat dimana
terdapat gua Mampu. sumber mata air cabbeng mengandung belerang Uloe
sebagai pusat kecamatan Dua Boccoe merupakan desa dengan jumlah
kendaraan terbanyak di seluruh kabupaten Bone di luar Kota Watampone.
pada hari-hari pasar jalanan menjadi macet karen banyak kendaraan yang
parkir di sekitar pasar Uloe yang diselenggarakan tiap 5 hari sekali
yaitu pada hari Legi. Desa Uloe dipimpin oleh Bapak Suradi Suhatman,
yang terpilih pada pilkades tahun 2005. Kelahiran 6 Desember 1968,
beliau dapat dihubungi di no HP +6285242833273. sedang Lembaga
masyarakat Desa dipimpin oleh Bapak Ust. Haji Burhanuddin, pensiunan
Kantor Urusan Agama Uloe penduduk desa Uloe kebanyakan bermata
pencaharian petani dan Pedagang. disebelah barat Uloe terdapat Danau
Matajang. Danau matajang berada di wilayah kelurahan Matajang, dimana
terdapat situs bersejarah yang disebut Addiwatang'e. penduduk sekitar
matajang yaitu desa Ujung Pero dan Kelurahan Matajang banyak yang
berziarah ke situs ini untuk bernazar bilamana hendak pergi merantau.
Dalam legenda terciptanya kerajaan Bone, disebutkan munculnya to
Mannurung yang berbaju Kuning di Matajang. mungkin disinilah tempatnya.
Orang Ujung juga mempunyai adat istiadat yang mensakralkan tempat ini,
dipimpin oleh seorang yang dianggap mampu memimpin upacara-upacara
penghormatan. salah seorang pemimpin adat tersebut bernama Marjuni yang
tinggal di desa Ujung. beliau sering diminta untuk memimpin doa bagi
masyarakat. dalam doanya beliau juga membaca al-Fatihah dan doa-doa
Islam lainnya. anda dapat melihat juga ke Desaku yang tercinta di
http:\uloebone.blogspot.com
Langganan:
Komentar (Atom)
